Minangkabaunews

Besok, Festival Siti Nurbaya Dibuka Kemenbudpar


Kategori: Pariwisata

Padang, MNC -- Sebagai salah satu upaya melestarikan Budaya Minangkabau, Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Menggelar Festival Siti Nurbaya yang akan dibuka secara langsung olah Kementerian Kebudyaan dan Pariwisata RI di Halaman Taman Buadaya Sumbar, besok sore pukul 15.00 WIB Sabtu, (2/7).

Kepala Dinas Budaya dan Pariwista Kota Padang Edi Hasymi mengatakan, diselenggaraknnya festival ini bertujuan untuk melestarikan kembali budaya minang sarat dengan kebersamaan, kesetiaan, kejujuran dan kesederhanaan dan juga untuk memberikan pengenalan kembali kepada generasi selanjutnya tentang budaya permainan anak dan adat istiadat yang berlaku di Ranah Minang.

Lebih lanjut Edi mengungkapkan dengan adanya festival ini, diharapkan akan memberikan kontribusi yang positif bagi kepentingan kebudayaan dan pariwisata di kota Padang.

Dalam festival ini digelar perlombaan seperti : Pemilihan Siti Nurbaya dan Syamsul Bahri, festival randai, lomba baju kuruang basiba, lomba manggiliang lado, lomba maelo pukek, festival lagu Minang, lomba sandal tampuruang, lomba buat jus pinang, lomba kukua karambia dan lomba Malamang.

Edi Juga melaporkan, kegiatan ini memberikan kreatifias, cinta produk dalam negeri dan demi mengembangkan potensi kota Padang. Peserta terdiri pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, kelompok seni, dan masyarakat umum dari 104 kelurahan yang tergabung dalam 11 kecamatan.

Ada 10 perlombaan yang digelar selama even, memperebutkan tropi dan uang tunai Rp100 juta. Acara dibuka dengan pawai bendi dan Maarak Jamba mengitari kawasan Pantai Padang.

WakilWalikota Padang, H. Mahyeldi Ansyarullah,SP, mengatakan budaya tradisional merupakan ciri kepribadian bangsa, yang mutlak harus dikembangkan dan dilestarikan, antara lain dengan menyelenggarakan pagelaran secara periodik, sehingga kita semua dapat mengetahui berbagai kemungkinan untuk mengembangkan dan melestarikan jenis-jenis budaya tradisional yang kita miliki.

Apabila semua komponen melakukan berbagai kajian dengan baik, tentunya budaya tradisional, akan tumbuh dan berkembang sekaligus diminati oleh masyarakat luas.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya dan melestarikan khazanah kebudayaan daerah ; menumbuhkembangkan kreatifitas dan meningkatkan ekonomi warga padang pasca gempa 30 September 2009 lalu. (***)